Pengembangan dan Implementasi Model Integrasi Kearifan Lokal Pada Pembelajaran IPAS Kurikulum Merdeka di SD Negeri Sori Katupa Daerah 3T Kabupaten Bima
DOI:
https://doi.org/10.61798/wjpe.v5i3.984Keywords:
kearifan lokal, pembelajaran IPAS, Kurikulum Merdeka, sekolah dasar, daerah 3T, Kabupaten BimaAbstract
: Implementasi Kurikulum Merdeka pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) menekankan pentingnya pembelajaran kontekstual yang sesuai dengan karakteristik lingkungan peserta didik. Namun, pelaksanaan pembelajaran IPAS di sekolah dasar, khususnya pada daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), masih didominasi oleh penggunaan bahan ajar yang bersifat umum sehingga belum mampu mengakomodasi potensi kearifan lokal sebagai sumber belajar. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengimplementasikan model integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran IPAS pada Kurikulum Merdeka di SD Negeri Sori Katupa, Kabupaten Bima. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Model yang dikembangkan mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal Bima, pengetahuan tradisional, serta praktik kehidupan masyarakat ke dalam tujuan pembelajaran, modul ajar, kegiatan berbasis proyek, media pembelajaran, dan asesmen autentik. Model ini dirancang untuk meningkatkan literasi sains, kemampuan berpikir kritis, kepedulian terhadap lingkungan, serta penguatan Profil Pelajar Pancasila. Kebaruan penelitian terletak pada pengembangan model pembelajaran yang secara khusus dirancang berdasarkan karakteristik kearifan lokal masyarakat Bima dan kebutuhan sekolah dasar di wilayah 3T. Model yang dihasilkan diharapkan menjadi alternatif inovatif dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka sekaligus memperkuat pelestarian budaya lokal dan meningkatkan kualitas pembelajaran IPAS yang kontekstual, bermakna, dan berkelanjutan.
Downloads
References
Aronson, B., & Laughter, J. (2016). The theory and practice of culturally relevant education: A synthesis of research across content areas. Review of Educational Research, 86(1), 163–206. https://doi.org/10.3102/0034654315582066
Berkes, F. (2018). Sacred ecology (4th ed.). Routledge.
Ajzen, I. (1991). The theory of planned behavior. Organizational Behavior and Human Decision Processes, 50(2), 179–211. https://doi.org/10.1016/0749-5978(91)90020-T
Aronson, B., & Laughter, J. (2016). The theory and practice of culturally relevant education: A synthesis of research across content areas. Review of Educational Research, 86(1), 163–206. https://doi.org/10.3102/0034654315582066
Barrows, H. S. (1986). A taxonomy of problem-based learning methods. Medical Education, 20(6), 481–486. https://doi.org/10.1111/j.1365-2923.1986.tb01386.x
Bybee, R. W. (2013). The case for STEM education: Challenges and opportunities. NSTA Press. Hmelo-Silver, C. E. (2004). Problem-based learning: What and how do students learn? Educational Psychology Review, 16(3), 235–266. https://doi.org/10.1023/B:EDPR.0000034022.16470.f3
Dobson, A. (2007). Environmental citizenship: Towards sustainable development. Sustainable Development, 15(5), 276–285. https://doi.org/10.1002/sd.344 (Wiley Online Library)
Erham, & Aminullah, M. (2025). Adopsi nilai kearifan lokal Ngaha Aina Ngoho dalam pencegahan krisis ekologi pada masyarakat adat Sambori. Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik, 6(1). https://doi.org/10.38035/jihhp.v6i1.5966
Fadli, M. (2021). Memahami desain penelitian kualitatif. Humanika, 21(1), 33–54. https://doi.org/10.21831/hum.v21i1.37602
Fraenkel, J. R., Wallen, N. E., & Hyun, H. H. (2019). How to design and evaluate research in education (10th ed.). McGraw-Hill Education.
Gay, G. (2018). Culturally responsive teaching: Theory, research, and practice (3rd ed.). Teachers College Press.
Gruenewald, D. A. (2003). The best of both worlds: A critical pedagogy of place. Educational Researcher, 32(4), 3–12. https://doi.org/10.3102/0013189X032004003
Hmelo-Silver, C. E. (2004). Problem-based learning: What and how do students learn? Educational Psychology Review, 16(3), 235–266. https://doi.org/10.1023/B:EDPR.0000034022.16470.f3
Hungerford, H. R., & Volk, T. L. (1990). Changing learner behavior through environmental education. The Journal of Environmental Education, 21(3), 8–21. https://doi.org/10.1080/00958964.1990.10753743
Kemendikbudristek. (2022). Panduan pembelajaran dan asesmen pada pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Lovelace, M., & Brickman, P. (2013). Best practices for measuring students’ attitudes toward learning science. CBE—Life Sciences Education, 12(4), 606–617. https://doi.org/10.1187/cbe.12-11-0197
McCarty, T. L., & Lee, T. S. (2014). Critical culturally sustaining/revitalizing pedagogy and Indigenous education sovereignty. Harvard Educational Review, 84(1), 101–124. https://doi.org/10.17763/haer.84.1.q83746nl5pj34216
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.
Parmin, Sajidan, Ashadi, Sutikno, & Maretta, Y. A. (2017). Preparing prospective teachers in integrating science and local wisdom through practicing open inquiry. Journal of Turkish Science Education, 14(2), 3–14.
Permendikbudristek. (2022). Kurikulum merdeka untuk satuan pendidikan dasar dan menengah. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Savery, J. R. (2006). Overview of problem-based learning: Definitions and distinctions. Interdisciplinary Journal of Problem-Based Learning, 1(1), 9–20. https://doi.org/10.7771/1541-5015.1002
Spradley, J. P. (1980). Participant observation. Holt, Rinehart and Winston.
Suastra, I. W. (2020). Pengintegrasian kearifan lokal dalam pembelajaran sains untuk membangun karakter siswa. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 53(2), 128–137. https://doi.org/10.23887/jpp.v53i2.24987
Supriatna, N. (2018). Pembelajaran IPS berbasis nilai budaya lokal. Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial, 27(1), 45–56. https://doi.org/10.17509/jpis.v27i1.10847
Suwartini, S., dkk. (2025). PjBL-focused project learning to cultivate environmental awareness in elementary schools. ICEP Proceedings.
Suyatno. (2020). Integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran untuk memperkuat karakter peserta didik. Jurnal Pendidikan, 1(1), 1–10.
Syahrul, Purwanti, E., Azmin, N., & Hidayat, E. (2025). Learning the concept of local wisdom in Bima “Ngaha Aina Ngoho” to increase environmental awareness among students at SMAN 1 Lambitu, Bima Regency. International Journal of Multidisciplinary Research and Growth Evaluation, 6(2), 1954–1958.
Taufiqurrahman, & Suharno. (2021). Strengthening ecological citizenship through local wisdom Ngaha Aina Ngoho in Bima Regency, Indonesia. European Journal of Social Sciences Studies, 6(6). https://doi.org/10.46827/ejsss.v6i6.1151
Taufiqurrahman, Kamlasi, A. Y., & Ridwan. (2025). The impact of Ngaha Aina Ngoho local wisdom on preserving the environment from an ecoregion perspective in Bima City. International Journal of Business, Law, and Education, 6(2). https://doi.org/10.56442/ijble.v6i2.1279
Tilbury, D. (1995). Environmental education for sustainability: Defining the new focus of environmental education in the 1990s. Environmental Education Research, 1(2), 195–212. https://doi.org/10.1080/1350462950010206
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muhammad Yamin, I Wayan Lasmawan, I Gusti Putu Suharta, I Wayan Widiana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

