Upaya Meningkatkan Perkembangan Sosial-Emosional Peserta Didik Kelas B4 Melalui Kegiatan Permainan Tradisional di TK Negeri 02 Masbagik
DOI:
https://doi.org/10.61798/ijt.v3i3.1299Keywords:
Perkembangan Sosial Emosional; Permainan Tradisional; Anak Usia Dini; TK Negeri; Kelompok BAbstract
Perkembangan sosial emosional adalah bagian penting yang menjadi dasar bagi anak dalam berinteraksi dan beradaptasi di lingkungan sosial, terutama bagi peserta didik kelompok B di Taman Kanak-kanak (TK) yang sedang dalam proses peralihan ke sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk membantu perkembangan kemampuan sosial dan emosional anak-anak kelompok B4 di TK Negeri 02 Masbagik dengan cara melakukan kegiatan bermain permainan tradisional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan model Kemmis dan McTaggart, yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, dan setiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah anak-anak kelompok B4 di TK Negeri 02 Masbagik yang totalnya ada 15 orang. Data dikumpulkan dengan cara mengamati secara langsung menggunakan checklist observasi yang mencakup delapan aspek sosial emosional yaitu kerja sama, kemandirian, empati, berbagi, pengambilan keputusan yang bertanggung jawab, kepercayaan diri, pengendalian emosi, dan interaksi sosial. Selain itu, juga dilakukan wawancara dengan guru kelas kelompok B4 sebagai pihak yang bekerja sama. Seluruh data tersebut dianalisis secara kualitatif deskriptif dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk memastikan keakuratan, hasilnya dicocokkan menggunakan triangulasi antara data observasi dan hasil wawancara guna mengevaluasi perubahan kategori pencapaian di setiap aspek. Penelitian menunjukkan bahwa bermain permainan tradisional seperti engklek, gobak sodor, bakiak, dan congklak dapat meningkatkan delapan aspek sosial emosional dari kategori pra tindakan menjadi kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) hingga Berkembang Sangat Baik (BSB), dengan persentase anak pada kategori tersebut meningkat dari 30% pada pratindakan menjadi 65% pada siklus I dan mencapai 87% pada akhir siklus II, seperti yang terlihat pada Gambar 2. Peningkatan itu didukung oleh partisipasi aktif guru dalam menjelaskan cara bermain, memberi pengawasan selama permainan berlangsung, serta membantu anak-anak merenungkan pengalaman mereka setelah permainan selesai. Penelitian ini menunjukkan bahwa permainan tradisional bisa digunakan sebagai cara belajar yang baik, biaya rendah, sesuai dengan kondisi sekitar, dan mengandung nilai budaya lokal untuk membantu pertumbuhan kemampuan sosial dan emosional anak-anak kelompok B di TK Negeri.
References
Aulia, D., & Sudaryanti. (2023). Peran permainan tradisional dalam meningkatkan sosial emosional anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(4), 4565-4574. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i4.4056
Darminiasih, N. N., Marhaeni, A. A. I. N., & Sutama, M. (2014). Penggunaan metode bermain permainan tradisional dalam upaya meningkatkan kemampuan berbahasa dan sosial emosional anak kelompok B TK Sebana Sari. e-Journal Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha, 4.
Erikson, E. H. (1963). Childhood and society (2nd ed.). W. W. Norton & Company.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2014). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 137 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini. Kemendikbud.
Kemmis, S., & McTaggart, R. (1988). The action research planner (3rd ed.). Deakin University Press.
Mukhlis, A., & Mbelo, F. H. (2019). Analisis perkembangan sosial emosional anak usia dini pada permainan tradisional. PRESCHOOL: Jurnal Perkembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini, 1(1), 11-28.
Mulyani, N. (2016). Super asyik permainan tradisional anak indonesia. DIVA Press.
Mutiara, A. S., & Hidayati, S. (2025). Penerapan permainan engklek dalam meningkatkan perkembangan sosial emosional anak usia 5-6 tahun. AWLADY: Jurnal Pendidikan Anak, 11(1).
Setyaningsih, D., Sirjon, S., & Mamma, A. T. (2022). Meningkatkan kemampuan bekerjasama anak usia 5-6 tahun melalui permainan bakiak. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(6), 7036-7044. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i6.2573
Suryana, Y. (2015). Metode penelitian manajemen pendidikan. Pustaka Setia.
Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Harvard University Press.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Mirah Amilia Faerus, Siti Zaenab Muslimin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

