PENDAMPINGAN EMOSI DAN KARAKTER ISLAMI ANAK TUNAGRAHITA DI SLB C MUZDALIFAH KECAMATAN MEDAN AMPLAS
DOI:
https://doi.org/10.61798/alaina.v3i2.1057Keywords:
Anak tunagrahita, karakter Islami, pendampingan emosi, pendidikan khususAbstract
Anak tunagrahita memerlukan dukungan emosional yang konkret, berulang, dan sesuai dengan kemampuan adaptifnya. Tim pengabdian melaksanakan pendampingan emosi dan karakter Islami di SLB C Muzdalifah, Kecamatan Medan Amplas, pada 15 Juni 2026. Program ini bertujuan membantu anak mengenali emosi, mengungkapkan kebutuhan, menenangkan diri, serta mengaitkan pengalaman emosional dengan nilai sabar, kasih sayang, sopan santun, tanggung jawab, dan kebiasaan meminta maaf. Tim menerapkan pendekatan partisipatif, adaptif, dan berbasis pengalaman melalui media visual, cerita sosial, pemodelan perilaku, latihan jeda dan pernapasan, penguatan positif, serta refleksi bersama guru. Tim mengevaluasi pelaksanaan melalui observasi proses, respons terhadap instruksi, penggunaan bantuan visual, dan tingkat dukungan yang anak perlukan. Program ini menghasilkan Model SAHATI yang meliputi enam langkah, yaitu sadari emosi, akui dan ungkapkan, hentikan respons impulsif, arahkan perilaku Islami, teladankan dan ulangi, serta integrasikan dalam rutinitas. Tanpa mengklaim efektivitas kuantitatif, model ini menawarkan panduan praktis, terstruktur, konsisten, kontekstual, dan berkelanjutan bagi sekolah dan keluarga mereka
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rika Widya, Salma Rozana, Hadi Saputra Panggabean, Hernawan Syahputra Lubis

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


